• AF

Selamat Datang di Website ASTAM Soccer Schools Indonesia | Terima Kasih Kunjungannya.

| Akuntansi | B. Indonesia | B. Inggris | B. Jerman | B. Sunda | Biologi | BK | Ekonomi | Fisika | Geografi | Kimia | Matematika | Pend. Agama | Pendidikan Seni | Penjaskes | PKn | PLH | Sejarah | Sosiologi | T I K | Lain-lain |


Menyiapkan Program Latihan Fisik Sepakbola
Ditulis ulang dari buku “Principles of Brazilian Football” (Jose Thadeu Goncalves) oleh: Joko Hartono Salah satu kunci sukses pembinaan sepakbola usia muda adalah diterapkannya Total Training Method: Program ini merupakan kombinasi dari berbagai bagian yang dibutuhkan untuk membentuk performa dan fisik pemain yang baik tanpa membahayakan kesehatan. Bagian – bagian dalam program ini adalah: Perencanaan dan manajemen, kontrol medis, kebiasaan, nutrisi makanan, adaptasi terhadap program latihan, psikologis, teknis dan prinsip pembentukan fisik. Selain itu, ada 5 faktor penting yang harus dianalisis ketika menyiapkan prinsip pembentukan fisik berdasarkan filosofi Total Training Method adalah: Interaksi antara program pembentukan fisik dan teknik yang didukung oleh aspek psikologis Mengevaluasi perencanaan tahunan secara konsisten untuk meyakinkan para pemain pada suatu kelompok masih tetap fokus terhadap tujuan pelatihan Evaluasi terhadap pemain dibuat terpisah berdasarkan prioritas kelompok Mengorganisir program dan latihan yang spesifik berdasarkan frekuensi, intensitas dan banyakknya latihan. Selalu memperhitungkan faktor motivasi, hal – hal yang perlu dianalisis di antaranya : Kemampuan fisik dari setiap pemain Kesehatan dari setiap pemain agar tetap terbebas dari sakit atau cedera (latihan harus aman, jangan pernah mengambil resiko dengan memaksakan pemain berlatih jika kondisi kesehatan mereka tidak fit 100%) Jenis latihan yang harus dikondisikan dengan keadaan cuaca (jika kondisi dingin, latihan dilakukan di dalam ruangan, begitu juga saat hujan). Lokasi, selalu menukar tempat latihan pemain untuk mencegah kebosanan Sebelum kami menjelaskan hal penting pada fisik dan mengilustrasikannya dengan beberapa program latihan, berikut ini merupakan langkah – langkah dalam menyiapkan pemain sebelum menjalani pelatihan fisik: Istirahat, pemain harus menjalani masa penyembuhan. Periode ini dibagi menjadi 3 situasi berbeda. Waktu tidur minimal 8 jam. Jika berlatih 2x sehari, pemain harus diberikan waktu istirahat untuk memulihkan kondisi fisiknya dan meregangkan mental dan emosinya. Waktu istirahat yang kurang dapat mempengaruhi kualitas permainan karena meningkatnya level stress dan emosi. Nutrisi makanan, pemain harus menyeimbangkan diet berdasarkan kadar nutrisi harian yang diperlukan oleh tubuh. Nutrisi tersebut di antaranya: Vitamin, protein, garam mineral, karbohidrat, dan lemak. Karbohidrat sangat penting karena mampu menghasilkan energi. Cuaca, menghindari latihan ketika cuaca ekstrem panas (menyebabkan dehidrasi) atau dingin/hujan (mengundang penyakit). Pemanasan sebelum Latihan Fisik ala Brazil Pada bagian ini akan laskan kepada para pelatih mengenai jenis – jenis latihan fisik yang diterapkan di Brazil. Pemanasan ala Brazil ini bisa meningkatkan kelenturan, kegesitan dan keseimbangan. Pemanasan tanpa bola : Lakukan sebelum bermain, dimulai dari lari – lari kecil hingga lari sprint sesuai perintah pelatih. Pola lari dilakukan secara bergantian dengan jeda waktu yang cepat dan usahakan agar pemain selalu tetap bergerak. Pemanasan ini sangat baik karena menggerakan seluruh tubuh, akan lebih baik lagi jika intensitas lebih lama. Intensitas latihan ini bagi kelompok umur : U8-U10 : 6-8 kali; U12-U14 : 10-12 kali; U16 ke atas : 13-15 kali dengan detail latihan sebagai berikut: Latihan #1. Lari dengan mengayunkan kedua tangan ke atas kepala dan searah pundak. Latihan #2. Lari dengan mengayunkan kedua tangan ke kiri dan ke kanan. Latihan #3. Lari dengan meregangkan ke dua tangan ke dalam dan keluar. Latihan #4. Lari dengan menarik kedua tangan dari muka ke arah dada. Latihan #5. Lari dengan memutar badan dari pinggul ke kanan dan ke kiri. Latihan #6. Lari kemudian berhenti, posisi kaki kanan di depan kaki kiri di belakang dan tangan kanan ke atas tangan kiri ke bawah, lakukan bergantian. Latihan #7. Lari kemudian berhenti, wajah tolehkan ke kanan kemudian ke kiri. Lakukan berulang. Latihan #8. Lari kemudian tendang kaki kanan ke arah depan hingga menyentuh tangan kanan yang direnggangkan ke depan. Ulangi untuk kaki dan tangan kiri. Latihan #9. Lari kemudian tendang kaki kanan ke arah kiri, ulangi untuk kaki kiri ke arah yang berlawanan. Latihan #10. Lari kemudian angkat kaki kanan ditekuk di bagian lutut dan ayunkan ke kiri, lakukan bergantian dengan kaki kiri. Latihan #11. Lari kemudian angkat kaki kanan ditekuk di bagian lutut dan ayunkan ke depan, lakukan bergantian dengan kaki kiri. Latihan #12 Lari kemudian tendang kaki ke arah belakang sentuh dengan tangan Pemanasan dengan bola : Pemanasan ala Brazil identik dengan 4 jenis latihan yang dapat meningkatkan respons. Pemanasan harus dilakukan secara intens, terus menerus, dan menggerakan badan dari posisi yang simpel hingga yang kompleks. 4 jenis pemanasan itu adalah : Latihan tanpa gerakan maju dan mundur. Latihan ini dapat meningkatkan respons pada situasi tanpa pressure. Latihan dengan bola, yaitu : Jungkir balik, sit-down, stand-up dan lainnya. Latihan ini dapat meningkatkan respon pada situasi yang tidak dapat diprediksi atau respon terhadap arah bola yang tidak bisa ditebak. Latihan dengan sprint jarak pendek, setelah menendang bola sejauh 15 meter, sprint ke arah berhentinya bola, kemudian kembali ke titik awal, lakukan berulang-ulang. Latihan dengan gerakan maju-mundur di lapangan. Kami merekomendasikan bola karet untuk pemain U-14. Hal ini ditujukan untuk melatih konsentrasi, bola karet yang terbuat dari karet membutuhkan presisi ketika menerima dan mengumpan, karena bola karet akan lebih memantul ketika dikontrol. Porsi latihan dengan bola karet berdasarkan umur: U8-U10 / 30 detik; U12-U14 / 45 detik; U16 ke atas / 60 detik dengan rician sebagai berikut: Latihan pemanasan dengan partner (4 posisi ketinggian bola): Posisi bola di tanah: Menggiring bola dengan mengubah kaki yang digunakan untuk mengontrol bola. Untuk U8-U10 : 2 sentuhan dan U12-U18 : 1 sentuhan. Latihan di tempat (sama dengan latihan #1), tetapi ada gerakan tambahan berupa sit-down, stand-up dan lainnya. Partner berdiri pada jarak 6 kaki dari posisi kita kemudian menendang bola sejauh kira-kira 30 meter kemudian kita mengejarnya dan memberikannya lagi, lakukan secara berulang. Sprint jarak pendek. Posisi bola setinggi pinggang: Latihan ini dilakukan dengan menendang bola ke udara kemudian diterima oleh partner menggunakan bagian tubuh di bawah pinggang, namun ketika mengembalikan bola harus ditendang menyusur tanah. Lakukan secara berulang. Menahan bola dengan dada: Salah satu pemain mengumpankan bola dengan cara melemparkannya ke udara, kemudian partnernya harus menerima menggunakan dada. Latihan ini ditujukan untuk melatih pemain ketika berada pada situasi di bawah tekanan lawan. Sundulan: Salah satu pemain mengumpankan bola dengan cara melemparkannya ke udara, kemudian partnernya akan mengembalikan bola dengan menyundulnya secara offensive ataupun defensive, lakukan secara berulang dan acak. Kemudian saling tukar posisi. Latihan ini tidak direkomendasikan untuk pemain U8 – U10.
File ini berukuran   
Telah diakses oleh pengunjung sebanyak 318 kali
TEKNIK MENGUASAI DAN MENERIMA BOLA
teknik menguasai dan menerima bola Ditulis ulang dari buku “Principles of Brazilian Football” (Jose Thadeu Goncalves) oleh: Joko Hartono Dalam menguasai dan menerima bola, ada 6 tingkatan progress yang harus dicapai dalam sebuah latihan: Pertama, penerima bola harus berada pada posisi diagonal terhadap bola ketika bertahan dan menyerang karena pergerakan bola tik-tak sangat berbahaya, latihan ini mampu mengurangi kecepatan penyerangan dan membuat permainan lawan lebih mudah dibaca oleh pemain bertahan. Kedua, penerima bola harus menghadapi pemain yang memegang bola, sambil memberikan kode jika telah siap untuk menerima bola. Ketiga, ketika bola diberikan, si penerima harus bergerak menuju bola untuk menghindari antisipasi dari pemain lawan. Keempat, jika memungkinkan si penerima bola harus mendapatkan bola hanya dengan satu sentuhan. Jika si penerima berada di daerah pertahanannya dan mendapatkan pressure lawan, pilihan yang terbaik adalah mengantisipasi bola dengan kepalanya menjauhkan bola dari pertahanan. Kelima, penerima bola harus menerima bola sambil memutar tubuhnya ke arah berlawanan dimana bola tersebut datang, dan yang paling penting, perubahan arah bola, jika datangnya dari atas; sentuhan keduanya harus segera memberikan bola ke teman, jika tidak memungkinkan, mainkan bola di bawah penguasaan penuh. Keenam, si penerima harus menggunakan lengannya untuk melindungi dirinya dari pressure lawan dan posisi lutut dibengkokan untuk membantu keseimbangan, bola yang lebih tinggi daripada lutut harus dapat diterima menggunakan kaki yang diangkat sehingga terhindar dari cedera karena bertabrakan dengan pemain bertahan lawan (teknik menerima bola atas dengan kaki berada di tanah berpotensi menimbulkan cedera lutut dan engkel). Akan lebih baik yaitu dengan mengkombinasikan positioning terhadap ketinggian dan kekuatan bola karena positioning menjadi hal yang paling utama dalam menerima dan menguasai bola. Macam-Macam Cara Menerima Bola Kaki Kaki paling baik digunakan untuk bola di permukaan tanah (jenis bola yang paling mudah diterima). Hal yang harus diperhatikan: Bagian dari kaki yang digunakan untuk menerima bola adalah bagian yang berdekatan dengan bola atau bahkan bersentuhan langsung saat diterima, intensitas pressure lawan terhadap si penerima bola, dan arah yang diinginkan si penerima setelah menerima bola, yaitu: (a) Kaki bagian dalam: Teknik yang paling sering digunakan menerima bola; teknik seperti ini sangat umum digunakan ketika si penerima mendapatkan pressure dari lawan dan dituntut harus bermain aman; Untuk menerima bola di bagian tengahnya gunakan kaki bagian tengah dengan telapak kaki dimiringkan agar bola tidak memantul, tumit diangkat (jari-jari kaki diangkat ke atas) untuk mencegah bola terlepas dari penguasaan dan posisi kaki yang menerima bola berada di depan kaki yang tidak menerima bola (posisinya dibengkokan); di titik pada saat menerima, kaki yang menerima bola diayunkan ke belakang sehingga sekarang posisi kedua kaki sejajar dan bola berada di antaranya; dan jangan lupa lengan diangkat dan lutut dibengkokan agar tersedia ruang banginya untuk bergerak dan menghindari sergapan lawan. (b) Kaki bagian luar: Biasanya digunakan ketika pressure dari pemain bertahan lawan datang dari belakang si penerima (Masternya adalah Dunga mantan pemain timnas Brazil) atau ketika pressure dari lawan cukup jauh dan ada ruang untuk menyerang ke pertahanan lawan dengan cepat (Masternya adalah Ronaldo mantan pemain Inter Milan dan timnas Brazil); respon seperti itu membantu membangun serangan balik yang cepat; kaki bagian luar dimiringkan dimana sebelumnya kaki yang menerima berada di depan tetapi menahan bola kemudian sejajar kembali dengan kaki lainnya; bagian luar lengan diangkat sejajar bahu untuk melindungi diri dari gerakan lawan.; Jika bola yang diterima terlepas dari penguasaan dengan kaki bagian luar ini menunujukan keputusasaan sebagai konsekuensi dari presure tinggi yang diterapkan lawan saat menerima bola dengan reaksi yang lambat dari penerima; masalah paling utama menggunakan kaki bagian luar adalah jika tekniknya kurang dikuasai maka beresiko mengundang cedera pada lutut. ( c) Bagian telapak kaki: Teknik ini digunakan ketika si penerima bermain di wilayah pertahanan (dekat dengan gawang), dia ingin memberikan waktu bagi pemain belakang untuk mendekati gelandang atau bagi penyerang agar gelandang segera menekan dan menutup ruang (Romario, mantan pemain timnas Brazil menggunakan teknik ini ketika Piala Dunia 1994); Ada 3 keadaan menguntungkan jika menggunakan teknik seperti ini : (1) Memberikan waktu yang cukup bagi pemain lain untuk menutup ruang/jarak dengan penyerang, (2) Overlapping, (3) Membangun keseimbangan posisi sebelum menentukan keputusan apakah memutar kemudian menembak atau menunggu kemudian memberikan bola kepada pemain lain yang berlari dari belakang; ingat poin penting ini; bagian kaki yang menerima harus sejauh mungkin dari pressure lawan; si penerima membengkokan dadanya, lengan diangkat setinggi bahu untuk menghalau pressure lawan; lutut yang tidak menerima bola harus dibengkokan; dan keseimbangan tubuh harus dijaga terhadap pressure lawan. Paha (Digunakan untuk menerima bola yang datangnya lebih tinggi daripada lutut tetapi lebih rendah daripada pinggang). Paha si penerima harus menghadap bola ketika datang dan bergerak maju untuk menyongsong bola; kaki diangkat dan dibengkokan 60 derajat, otot paha menjadi rileks sehingga bola yang diterima akan meluncur mulus ke tanah. Dada (Bagian dari tubuh yang biasanya digunakan untuk menerima bola yang datangnya lebih tinggi daripada pinggang tetapi tidak dapat dijangkau oleh kaki). Si penerima membusungkan dadanya ketika di udara kemudian melepaskannya sesaat setelah menyentuh bola; dada diposisikan menghadap langit untuk mengantisipasi jika penerimaan bola kurang baik, diharapkan bola akan memantul kemudian jatuh ke lapangan ketika sentuhan kedua. Kepala (Tidak lumrah untuk menguasai bola menggunakan kepala, karena akan mengakibatkan hal yang tidak diharapkan seperti serangan balik). Pemain menggunakan kepala khususnya bagian dahi dengan posisi leher yang kokoh sebelum bola diterima; bola akan berada pada penguasaan penuh; si pemain mengikuti bola dengan matanya dan menunggu bola jatuh ke tanah sebelum kemudian di-dribling atau ditendang.
File ini berukuran   
Telah diakses oleh pengunjung sebanyak 227 kali
Memanggil untuk menerima bola
Caranya: Setengah pemain mulai dengan bola, semua pemain untuk joging daerah sekitar yang telah ditandai, pemain tanpa bola dapat meminta izin untuk mengambil kepemilikan. Mulailah dengan tempo lambat. progresi: Pemain yang memiliki dapat memainkan kepemilikan bola satu dua untuk mendapatkan kembali, berubah dari setelah 1 menit Meningkatkan tempo Membuat daerah lebih besar atau lebih kecil Poin Coaching Bagian apa dari kaki untuk menggunakan, dalam / luar / tali Akurasi ke arah pemain yang menerima Komunikasi, hanya mengoper ke pemain yang menyerukan bola Kualitas passing, tidak terlalu kencang dan juga tidak terlalu pelan.
File ini berukuran   
Telah diakses oleh pengunjung sebanyak 114 kali
Dribbling Drill - In and out of circle
Dribbling Drill - In and out of circle Aim: To improve dribbling technique Suitable for: U7’s and upwards Equipment: Marked area, 4 cones, 1 ball for each player Organisation: Players make a circle with a ball placed behind each player. One player starts by dribbling a ball to the centre box, changes direction then dribbles towards another player who advances to receive ball and dribbles towards centre box. Continuous practice. Progressions: • Add more balls so 2 or 3 or more players are dribbling at the same time • Dribbling player and receiver exchange 2 passes before lay off • Encourage players to increase tempo Coaching Points • What part of the boot to use • The distance the ball should be away from the dribblers feet • Head up / vision / awareness • Communication
File ini berukuran 42,34 Kbytes   
Telah diakses oleh pengunjung sebanyak 142 kali